-->

Pengertian Singkatan Dan Kependekan | Perbedaan Dan Contohnya

Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Singkatan dan Akronim

Singkatan yaitu pemendekan kalimat atau frasa atau nama dengan mengambil sebagian karakter awal yang tidak sanggup dibaca tetapi harus dieja (dilafalkan) satu persatu hurufnya.

Contoh Singkatan:

BRI harus dibaca B - R - I, tidak dibaca Bri.
Tentara Nasional Indonesia harus dibaca T - N - I, tidak dibaca Teni.
SBY harus dibaca eS - Be - Ye

Akronim yaitu pemendekan kalimat atau frasa atau nama dengan mengambil sebagian karakter atau suku kata yang dipendekkan dan sanggup dibaca seakan-akan satu kata sendiri.

Contoh Akronim:

Polisi Republik Indonesia kependekan dari Kepolisian RI
(Republik Indonesia)
dibaca Pol-ri bukan POL- R - I

IPNU kependekan dari Ikatan Pelajar NU
dibaca IP-NU bukan I - P - N - U.

Itu klarifikasi singkat mengenai perbedaan pengertian serta tumpuan kependekan dan singkatan. Berikut ini merupakan kaidah penulisan kependekan dan singkatan.

Ada pula istilah deakronimisasi. Yaitu, kata yang sudah ada dicari-cari atau dibuat-buat kepanjangannya  yang sesuai meskipun  sebelumnya belum ada. Misalnya kata Benci  diakronimisasikan sebagai kependekan dari benar-benar cinta. Macan dideakronimisasai menjadi manis dan cantik. 


Tokoh yang sering memunculkan / memproduksi kependekan yaitu Soekarno ketika menjadi presiden. Sokarno menciptakan kependekan Manipol Usdek (Manifesto Politik Undang-undang Dasar, dan Demokrasi). Di zaman itu pula banyak kata-kata dan istilah yang dibuat melalui proses kependekan antara lain: Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat); Manikebu (Manifest Kebudayaan); Gestapu (Gerakan September Tigapuluh); Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis). Pada masa ini, ada pula tokoh yang namanya lebih dikenal dengan akronimnya daripada nama aslinya yaitu H. Abdul Malik Karim Amrullah, seorang politisi, agamawan (ulama), sekaligus sastrawan lebih dikenal dengan nama Hamka.

Sementara itu, di zaman SBY muncul banyak singkatan. Contoh kasatmata yaitu penulisan nama sang presiden yang berjulukan lengkap Susilo Bambang Yudhoyono disingkat menjadi SBY. Sutrisno Bachir (Tokoh PAN) disingkat menjadi SB. Jusuf Kalla yang pada masa SBY pertama berpasangan dengan Jusuf Kalla ditulis SBY-Kalla kemudian di masa selanjutnya ikut-ikutan disingkat menjadi JK (Jusuf Kalla). Bahkan ketika mencalonkan diri sebagai presiden sudah berpasangan dengan JK-WIN (Jusuf Kalla - Wiranto), dan hingga kini di ketika berpasngan dengan Jokowi juga disingkat menjadi Jokowi-JK. Lalu bagaimana dengan kasus nama JOKOWI, ini sanggup digolongkan menjadi singkatan.

Ketentuan dan Kaidah Penulisan Akronim dan Singkatan

Penulisan singkatan tidak hanya untuk nama. Tetapi juga untuk kata lain. Singkatan yang umum dipakai antara lain:
dalam disingkat dlm.
halaman disingkat hlm.
dan lain-lain disingkat dll.
dan sebaginya disingkat dsb.

yang ditulis yg
dari ditulis dr

Jika diamati dengan mendalam, tumpuan penulisan singkatan di atas ada perbedaan. Kata yang singkatannya tersendiri dari tiga karakter (dlm, hlm, dll.) setiap penulisannya diakhir dengan tanda titik. Singkatan yang hanya dua karakter tidak peru diakhiri tanda titik.

Penulisan singkatan dan kependekan yang diambil dari karakter awal masing-masing kata yang disingkat harus memakai karakter besar. 

Contoh Akronim:
IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dihentikan ditulis Ikip
FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) tidak ditulis Isip

Contoh Singkatan:
BRI (Bank Rakyat Indonesia) tidak ditulis Bri atau tni
Tentara Nasional Indonesia (Tentara Nasional Indonesia) tidak ditulis Tni atau tni

Penulisan kependekan yang diambil dari suku kata untuk nama maka ditulis sesuai dengan kaidah penulisan nama yaitu besar di karakter awalnya.

Contoh:
Muntijo (Muhammad Nasiruddin Timbul Joyo), karakter awal ditulis memakai karakter kapital.
Akpol (Akademi Kepolisian)
Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) bandingkan penulisannya dengan ABRI.

Penulisan singkatan nama orang masing-masing karakter diakhiri tanda titik. 

Misalnya penulisan nama:
Ahmad Fadil, disingkat A. Fadil
Abdul Majid, disingkat Abd. Majid.

Penulisan singkatan dan kependekan gelar diakhiri tanda titik. Baik gelar sosial keagamaan maupun gelar akademik.

Contoh:
KH. Zainuddin
Dr. Sukatman
Anita Wijayanti, M.Hum.


Terima kasih telah membaca, mohon koreksi kalau ada kesalahan. Salam.

LihatTutupKomentar